Pariwisata Banyuwangi terus menggeliat dari tahun ke tahun, mulai dari acara Banyuwangi Festival yang rutin diadakan setiap tahunnya hingga peningkatan potensi baik tempat wisata maupun faktor pendukung dibidang pariwisata.

Sebagai alternatif tempat menginap di daerah-daerah wisata, pemerintah daerah Banyuwangi merencanakan akan membangun 1000 (seribu) homestay yang tersebar di setiap tempat-tempat wisata di Banyuwangi.

Beberapa daerah desa dan kelurahan telah ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi. Desa yang ditunjuk merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan kearifan lokal. Desa tersebut antara lain Kelurahan Temenggungan (Kecamatan Banyuwangi), Gombengsari (Kalipuro), Desa Bakungan dan Kampunganyar (Glagah), Banjar dan Tamansari (Licin), Kandangan (Pesanggaran), Sumberasri (Purwoharjo), dan Kalipait (Tegaldlimo).

Sebagai komitmen, 17 kepala desa dan lurah telah menandatangani perjanjian kesanggupan untuk mengembangkan homestay yang berwawasan lingkungan di wilayahnya. Selain itu, mereka (pemilik homestay/pengelola homestay) akan diberikan pengetahuan atau pelatihan tentang bagaimana menata dan mengelola homestay serta berbagai pengetahuan tentang pariwisata. Sebagai ciri khas, desain homestay dibuat dengan arsitektur khas Suku Using (masyarakat asli Banyuwangi).

Dan program 1000 homestay Ini sebagai wujud pariwisata berbasis masyarakat yang dikembangkan di Banyuwangi. Artinya, pengembangan wisata secara langsung melibatkan masyarakat dan dinikmati oleh masyarakat.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *