perlindungan bangunan bersejarah banyuwangiBanyuwangi Lindungi Bangunan Bersejarah di Banyuwangi – Melindungi bangunan lawas dan bersejarah, Pemkab Banyuwangi tengah mengajukan rancangan peraturan daerah Rencana Detail Tata Ruang (RDRT) Wilayah Perkotaan Banyuwangi.

Dalam raperda tersebut, akan diatur keberlangsungan cagar budaya di Banyuwangi, termasuk bangunan dan kawasan heritage. “Raperda ini, mengimplementasikan rencana pemerintah untuk mengoptimalkan sejumlah lahan yang tidak optimal, termasuk di dalamnya ada bangunan heritage yang bisa dipoles menjadi lebih berfungsi dan bernilai lebih,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Nantinya akan berstatus sebagai cagar budaya, maka bangunan tersebut terhindar dari pembongkaran dan perusakan karena dilindungi perda. Bangunan-bangunan tersebut akan ditata, dikelola dan dirancang ulang peruntukan.

Perlindungan terhadap bangunan bersejarah ini, akan diberlakukan bagi aset baik milik daerah, maupun pihak lain. Sejumlah bangunan heritage di Banyuwangi yang akan ditata dalam waktu dekat antara lain bangunan Inggrisan peninggalan kolonial Belanda, bangunan bekas pabrik minyak goreng Naga Bulan, Gedung Juang, dan eks kantor dan rumah dinas pengadilan negeri. Seperti Naga bulan, meskipun bangunan itu milik orang lain, bila sudah ditetapkan sebagai cagar budaya maka tidak bisa dirobohkan seenaknya. Justru, akan dipoles dan berikan nilai tambah pada bangunan-bangunan tersebut.

Penataan kawasan dan bangunan lawas ini akan dilakukan dengan melibatkan arsitek nasional. Seperti Yori Antar, Adi Purnomo dan Sufie untuk mendesain bangunan heritage ini. Rencananya Inggrisan akan kami diajukan sebagai cagar budaya, sementara Gedung Juang dan eks rumah dinas PN dijadikan museum.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *